Just A review From me: [MOVIE] The Room Review

Tuesday, March 6, 2018

[MOVIE] The Room Review



Prolog


  Hidup itu harus seimbang, ada film yang bagus ada pula film yang jelek. Pengguna internet saat ini sering mencari film buruk dan melakukan beberapa analisa untuk menentukan apakah film tersebut buruk atau "so bad it's good" (baca : unik).





  Beberapa waktu yang lalu saya menulis tentang Who Killed Captain Alex ?, film "buruk" yang ternyata tidak buruk, dan kali ini saya akan mereview "The Room", film tahun 2003 yang merupakan proyek ambisius dari Tommy Wiseau (Writer, Producer, Director, sekaligus karakter utama). Film ini sendiri dianggap "terburuk" oleh beberapa pihak. Saya sendiri tertarik dengan film ini karena The Disaster Artist, film tahun 2017 yang dibuat berdasarkan buku yang ditulis oleh salah satu aktor dalam film The Room yang menceritakan betapa buruknya proses pembuatan film The Room, sayang film ini tidak dirilis di Indonesia.

  Jadi seburuk apa The Room ???

"sangat buruk tetapi sangat pantas untuk dibicarakan/dicela "


Story


  Menceritakan kehidupan dan kegiatan dari Johnny, bankir sukses yang memiliki tunangan bernama Lisa yang ternyata tidak mencintai Johnny dan memilih untuk menjalin hubungan dengan Mark, Sahabat Johnny. Udah gitu aja dan silahkan bertanya-tanya bagaimana film ini bisa berdurasi 99 menit ???

  beberapa jawaban :

  • ini cerita cinta segitiga yang diperpanjang secara kelewatan dengan dialog dan adegan yang diulang-ulang
  • cara penyampaian cerita yang loncat-loncat padahal alur film ini maju
  • beberapa karakter yang datang dan pergi begitu saja
  • banyak subplot tentang beberapa karakter yang hanya muncul satu kali dan tidak disinggung lagi
  • adegan "panas" yang tampil sangat aneh dan lebih baik hanya dilihat satu kali saja karena benar-benar terlihat disturbing
  • ini film drama tapi eksekusinya malah membuatnya menjadi film komedi
  • kisah di balik layar yang tidak kalah hancur dari film ini

  Satu-satunya sisi positif dari film ini adalah karakter Johnny yang tampil sangat unik dengan logat dan sifatnya yang nyentrik dan dijamin mampu membuat penonton fokus pada setiap aksi yang dia lakukan, tapi ironisnya akting Tommy Wiseau sendiri sangat asal-asalan, bahkan beberapa (baca : kebanyakan) dialognya sendiri menggunakan dubbing (dan itu terjadi di menit-menit awal film ini).



(patut mendapat apresiasi)



(pengen bilang jelek tapi......)

tapi...............

  entah kenapa kisah hidup Johnny terlihat sangat realistis dan memberi pesan jika "pria baik PASTI akan dikecewakan oleh dunia" yang akan anda temukan jika anda bisa bertahan menonton film ini sampai selesai.

Characters


Johnny (Tommy Wiseau)



  Bankir sukses yang memiliki segalanya dan sangat mencintai Lisa. Johnny digambarkan layaknya pria setia yang loyal kepada Lisa dan terlihat sangat positif dalam menghadapi kehidupan. Tapi semua "sedikit" berubah saat dia mencurigai Lisa menjalin hubungan dengan lelaki lain. Johnny benar-benar terlihat putih di dunia yang "abu-abu"

  Jika anda merasa tingkah laku Johnny terlihat aneh untuk ukuran manusia, anda tidak sendirian.

Lisa (Juliette Danielle)



  Tunangan Johnny yang sudah tidak mencintai Johnny dengan alasan sepele yaitu "Boring", tetapi ibunya sendiri meminta Lisa tetap menikahi Johnny dengan alasan "finansial". Hal ini membuat Lisa menjalin hubungan dengan Mark di luar sepengetahuan Johnny. Karena Lisa tidak bisa jujur kepada Johnny maka dia "memanipulasi" Johnny agar dia mabuk dan menyiksa dirinya (tidak 100% salah sih) dengan harapan Johnny akan berhenti mencintainya. Jadi wajar jika anda membenci Lisa.

Mark (Greg Sestero)



  Sahabat Mark yang menjalin hubungan dengan Lisa di luar sepengetahuan Johnny meskipun Mark sendiri tidak ingin berbuat demikian. Ke depannya Mark akan tampil sangat membosankan dengan dialog yang diulang-ulang (Johnny is my bestfriend) yang membuatnya mudah untuk dilupakan.

Misteri Tommy Wiseau



  Percayakah anda jika pembuatan film ini memakan biaya 6 juta dollar ???

  Tommy Wiseau sendiri dikabarkan memiliki "dana tidak terbatas" yang tidak diketahui darimana sumbernya, beberapa orang percaya jika dananya berasal dari usaha lain milik Tommy, namun ada juga yang percaya jika film ini adalah praktik "cuci uang" yang dilakukan Tommy beserta pihak-pihak yang tidak diketahui (hal ini sendiri sebenarnya cukup "lumrah" dalam dunia perfilman).

  Masalahnya dengan dana sebesar itu, Tommy menggarap film ini secara asal-asalan mulai dari gonta-ganti kru film, membeli perlengkapan yang tidak diperlukan, bahkan berulang kali melakukan reshoot demi mendapat angle yang sempurna. Tommy sendiri bahkan masih awam dalam dunia perfilman saat shooting film ini dimulai. Belum lagi rumor yang mengatakan jika Tommy memperlakukan kru dan aktor dengan buruk dan membuat mereka "hilang semangat" dalam membuat film ini.

  Dan terakhir, untuk ukuran proyek ambisius Tommy lagi-lagi melakukan berbagai kesalahan saat proses shooting mulai dari lupa dialog (yang akhirnya ditutupi dengan dubbing) sampai lupa jika dia sedang berada dalam film, tidak heran jika hal ini membuat ekspresi akhir beberapa karakter dalam film ini terlihat "tidak tahan".



The Disaster Artist



  Greg Sestero membuat buku ini pada tahun 2013, buku ini sendiri berisi kumpulan kejadian "buruk" yang terjadi selama proses pembuatan film The Room. Buku ini menjadi terkenal dan mendapat adaptasi film di tahun 2017 yang ternyata mendapat banyak penghargaan. Tunggu reviewnya di blog ini.

Conclusion


  Film ini tampil sangat buruk secara luar dalam, satu-satunya yang menjadi nilai plus hanyalah akting Tommy Wiseau yang kelewat aneh tetapi bisa membuat film buruk ini menjadi (sedikit) buruk. Tapi harus saya akui film ini memiliki pesan yang cukup "dalam".


My Score

30, cip cip cip cip cip cip!!!

========================================================================

Bonus


  Ternyata Tommy Wiseau memiliki rencana untuk membuat karakter Johnny sebagai Vampire yang akhirnya dibatalkan, padahal jika hal ini benar maka akan sangat menjelaskan karakter Johnny yang sangat-sangat "unik".

No comments:

Post a Comment