Just A review From me: [MOVIE] I,Tonya Review

Tuesday, March 13, 2018

[MOVIE] I,Tonya Review


Prolog


  Kehidupan atlit/atlet seringkali diangkat menjadi sebuah film untuk menginspirasi generasi muda agar menjadi seperti mereka. Untungnya / jeleknya ada juga beberapa film / dokumenter yang mengangkat sisi gelap kehidupan mereka.




  I, Tonya menceritakan kisah Tonya Harding, seorang figure skating berbakat yang karirnya harus hancur karena sebuah skandal yang dianggap sebagai "salah satu skandal olahraga terbesar di Amerika" , apakah karir Tonya hancur karena hal "standar" seperti obat-obatan, sex, judi, perselingkuhan, (atau) dilupakan begitu saja oleh pemerintah ???

  Di tangan Margot Robbie (si Harley Quinn dari Suicide Squad), film biografis ini berhasil mendapat banyak penghargaan karena berhasil menampilkan kisah hidup Tonya Harding dengan sangat baik.

Story

  Sejak kecil Tonya Harding sudah dikenalkan dengan dunia skating oleh ibunya (LaVona Golden), Tonya "dipaksa" untuk mengejar karir dalam bidang skating sampai harus meninggalkan bangku sekolah. Film ini akan menceritakan "jatuh-bangun" Tonya dalam dunia skating sampai sebuah skandal besar akan menghancurkan karirnya yaitu saat "mantan" suami Tonya (Jeff Gilooly) menyewa beberapa orang untuk melukai Nancy Kerrigan, rival Tonya.

  Anehnya, baik versi film atau kisah asli sama sekali tidak menyebutkan jika Tonya ikut terlibat dalam skandal ini ???

  Beberapa bagian dalam Film ini tampil dalam bentuk Mockumentary (baca : dokumenter palsu) dengan setting masa kini. Film ini juga menyisipkan beberapa adegan breaking the 4th wall yang tampil sangat pas dan nyaris membuat saya mengira jika ini adalah film komedi XD.

  Kekurangan film ini saya temukan pada karakter Shawn Eckardt yang tampil sangat "bego" dan kisah hidup Tonya yang dibuat lebih simpel (tidak menampilkan sulitnya kehidupan keluarga Tonya), tapi semua ini berhasil ditutupi oleh akting mantap dari Margot Robbie dan Allison Janney.


Characters


Tonya Harding (Margot Robbie)



  Sejak kecil sudah tertarik dengan dunia skating dan selalu berlatih agar bisa menjadi yang terbaik. Tonya dikenal dunia karena berhasil melakukan Triple Axel yang dianggap mustahil oleh skaters lainnya.

  Kisah hidupnya ternyata cukup tragis dimana dia sering dianiaya oleh ibunya sendiri, belum lagi nantinya dia akan mengalami perlakuan serupa dari suaminya, pengalaman ini membuat Tonya mengira kekerasan adalah hal yang wajar dalam kehidupannnya. Tapi anehnya Tonya akan tampil sangat baik saat dirinya merasa depresi / kesal.

  Perjalanan karir Tonya awalnya menemui rintangan karena para juri menganggap image Tonya sangat buruk terutama karena penampilannya yang tergolong White Trash. Tapi semua berhasil diperbaiki karena jasa pelatihnya yaitu Diane Rawlison.

  Sebagai penutup, "keterlibatannya" dalam skandal penyerangan pada Nancy Kerrigan
membuatnya dilarang berpartisipasi dalam semua jenis kegiatan skating.

Jeff Gilooly (Sebastian Stan)



  Suami Tonya yang menikahi Tonya saat usianya masih 19 tahun, film ini menggambarkan Jeff sebagai sosok pria yang "kurang ajar" karena sering menyiksa istrinya karena hal sepele, tapi "sialnya" Tonya selalu dapat memaklumi perlakuan yang ia terima dari Jeff.

  Oke mungkin ini saran yang "goblok" dan mungkin tidak akan anda pedulikan, tapi please jauhi pria seperti Jeff, sudah sering saya mendengar kisah wanita yang mengalami KDRT tapi masih tetap setia pada sang suami.

  Jeff beserta rekannya (Shawn Eckhardt) adalah otak dibalik penyerangan pada Nancy Kerrigan di tahun 1994 dengan alasan agar Nancy tidak bisa ikut olimpiade musim dingin dan agar Tonya bisa terpilih masuk ke dalam tim USA (padahal pada waktu itu penampilan Tonya juga sedang bagus-bagusnya -_- ).

LaVona Golden (Allison Janney)



  Ibu Tonya yang sejak dini sudah mengenalkan dunia skating pada Tonya, dia sendiri memperlakukan Tonya dengan keras (baca : disiksa) agar Tonya dapat menjadi sosok Juara. Hal ini sendiri membuat Tonya merasa jika kekerasan adalah hal yang wajar dalam sebuah hubungan yang kelak akan terulangi lagi dalam bentuk Jeff.

Aftermath



  Setelah kasus penyerangan pada Nancy Kerrigan, Tonya tetap dapat tampil dalam olimpiade meskipun harus puas berada di posisi ke-8 karena masalah teknis (mungkin keadaan mental Tonya sendiri patut diperhitungkan), Nancy sendiri meraih posisi ke-2. Setelah olimpiade berakhir baru sidang kasus ini dilanjutkan.

  Untuk menghindari berbagai tuntutan (apalagi Jeff juga ikut menyalahkan Tonya dalam testimoninya), Tonya terpaksa mengaku bersalah yang membuatnya dilarang mengikuti segala jenis kegiatan skating (meskipun Tonya masih aktif dalam dunia skating sampai saat ini). Selanjutnya Tonya memilih berkarir sebagai petinju yang hanya bertahan sebanyak 8 fight karena penyakit asthma yang dideritanya.



(dari es ke ring tinju)


Conclusion



Sebuah kisah tragis yang dibalut dengan akting mantap dari Margot Robbie.


My Score


85, There's no such things as truth



temukan review lainnya di SINI

No comments:

Post a Comment