Just A review From me: [MOVIE] Penunggu Rumah : Buto Ijo Review

Saturday, January 17, 2026

[MOVIE] Penunggu Rumah : Buto Ijo Review

Before Prolog

buat yang terkena propaganda "Buto Ijo = pemberi hutang yang tersakiti" saya hanya bisa berkata "Sorii yeeee"

sumber : imdb

Prolog

 

  Meskipun tergolong telat, dunia film lokal mulai mencoba membuat versi kelam dari berbagai dongeng anak-anak. Jika tahun lalu ada “Legenda Kelam Malin Kundang” maka di tahun ini ada “Penunggu Rumah : Buto Ijo” yang akan mencoba menceritakan dongeng “Timun Mas” di jaman modern. Apakah film ini akan berhasil meraih kesuksesan ???

 

  Nama “Buto Ijo” sendiri mulai terkenal kembali gara-gara berbagai bacotan Netizen / Influ-Encer” yang menganggap jika Buto Ijo adalah sosok yang tersakiti karena pada dasarnya dia hanya sekedar memberikan “hutang” kepada orang tua Timun Mas yang sayangnya tidak dibayar +  berakhir tragis pula. Jadi bisa dibilang ada demand untuk “Buto Ijo = Orang Baik” lho (apakah anda termasuk salah satunya XD ???).

 

  Meski tampil cukup mengecewakan alias 11 12 sama Malin Kundang, setidaknya film “Penunggu Rumah : Buto Ijo” bisa menjadi gambaran nyata tentang dongeng Timun Mas jika terjadi di era modern (baca : tidak sengaco Malin Kundang XD).

 

 

Jika Dibandingkan

sumber : wikipedia

  Karena banyaknya teknik kamera found footage , tapi setidaknya film ini “sedikit” lebih unggul karena memiliki inspirasi yang jelas sedangkan Paranormal Activity butuh beberapa film untuk menjelaskan tentang asal usul sumber terornya XD.

 

Melihat Dari Sisi Lain

sumber : pinterest

  “Timun Mas” adalah cerita rakyat dari Jawa yang menceritakan kisah Timun mas yang harus melarikan diri dari kejaran raksasa “Buto Ijo” yang ingin memakannya, alasan mengapa Timun Mas diincar adalah sebuah “perjanjian” yang dilakukan orang tuanya demi mendapatkan anak dengan bayaran Timun Mas akan dimakan oleh Buto Ijo jika umurnya sudah 16 -17 tahun. Jadi anggap saja yang dilakukan oleh Buto Ijo itu adalah sebuah “investasi” XD. Moral yang ada pada dongeng ini adalah “jadilah sobat GalBay XD Iblis itu boleh ditipu kok XD

 

  Karena ini dongeng anak-anak tentunya anda sudah tahu nasib akhir dari Timun Mas bukan ???

 

  Di jaman now, nama Buto Ijo mulai naik karena fenomena “Yang Berhutang lebih galak dari yang memberi Hutang” dan karena “digoreng” habis-habisan malah membuat sosok Buto Ijo menjadi tokoh yang tersakiti.

 

  Dengan pemahaman saya saat ini + rata-rata dongeng memiliki alegori / kritik tentang keadaan masyarakat saat itu. Saya berpendapat jika Timun Mas adalah sebuah kisah child trafficking dengan Buto Ijo sebagai bandar / pelaku + penikmat child grooming.

 

  Toh dengan alegori seperti ini dongeng ini tetap memiliki pesan moral yang sama bukan XD ???

 

Overview

 

  Srini dan anaknya Tisya diganggu oleh sosok raksasa hijau yang melakukan banyak aksi “supranatural” di rumah mereka. Sebagai solusi Srini meminta bantuan kepada “mantannya” yaitu Ali yang memiliki pekerjaan sebagai content creator di bidang horor. Apakah Ali mampu menyelamatkan Srini dan Tisya ??? lalu apakah benar sosok Buto Ijo pada film ini adalah sosok yang tersakiti ???

 

  Oh ya sebagai tambahan, Ali sendiri sedang mengalami masalah finansial yang membuatnya memiliki motif tertentu jadi…

 

  Film ini memiliki ide yang menarik namun eksekusinya tergolong jelek, dua hal yang menjadi penyelamat film ini bagi saya adalah adegan ngedit berbagai rekaman yang tampil nyata (ada interface macOS pula XD) dan exposition pada 10 menit terakhir (meski eksekusinya sangat jump the shark banget -_- ). Sisanya tergolong di bawah rata-rata tapi setidaknya film ini membawa makna “tersembunyi” untuk kisah Timun Mas yang (entah kenapa) bagi saya terasa cukup cocok untuk masyarakat jaman now.

 

  Berikut adalah kritik utama untuk film ini :

 

- terlalu banyak memakai teknik shaky camera (baca : goyang-goyang) pada adegan normal yang seharusnya tidak perlu. Giliran ada adegan horor malah kamera menjadi statis (karena memakai kamera yang dipasang Ali). aya-aya wae

 

- Karakter Ali umumnya memiliki 3 nasib (mati tapi meninggalkan warisan, mati mengenaskan, atau Happy Ending), coba anda tebak film ini memilih ending yang mana XD

 

- atmosfir horor supranatural telekinesis akan lebih terasa jika tidak dilakukan oleh Buto Ijo (karena fisik Buto Ijo yang gemoy lebih cocok untuk main fisik XD)

 

  Seperti biasa waktunya kritik “ngaco” :

 

- ekspresi karakter tergolong datar padahal teror yang diberikan cukup menakutkan (kayak ada yang disembunyikan nih XD)

 

- fungsi hantu nenek-nenek (Hantu Pengantin pada credit) itu apa ??? kayak gak ada kerjaan aja -_-

 

- Ali memasang kamera di berbagai tempat (termasuk kamar mandi) membuat pikiran saya melayang kemana-mana XD

 

- rating “D17” cuma buat minuman keras doang -_-

 

- bocil lagi kencing malah diganggu, apakah ini bukti nyata jika Buto Ijo = sexual predator ???

 

- program pendeteksi hantu (suara dan video) terlihat “murahan” padahal pakai produk Apple XD

 

- melihat bocil langsung memakai inhaler ketika sesak nafas bagi saya adalah sebuah “kesenjangan sosial”

 

- syarat dan ketentuannya kurang nih (ups spoiler XD)

 

  Yang paling ngaco adalah teror Buto Ijo yang memakai telekinesis dan genjutsu (ilusi). Ini Buto Ijo atau Orc Shaman sih ???

sumber : wikia

(The Elements will destroy you!!!)


Characters

 

Ali (Gandhi Fernando)

sumber : facebook

 

  Content Creator di bidang horor yang saat ini sedang mengalami masalah finansial dan membutuhkan uang untuk menebus obat untuk ibunya. Hal ini membuat Ali "terpaksa" menerima tawaran Srini untuk merekam rumahnya untuk membuktikan berbagai kejadian supranatural. Nanti penonton akan melihat aksi dia sebagai editor handal dan manusia kurang ajar (buka lemari orang seenaknya buat nyari minuman keras) saat dia sendirian di rumah Srini. Apakah Ali mampu melewati malam ini ???

 

  Aksinya sendiri tergolong datar tapi cukup realistis mengingat profesinya saat ini. Sekali lagi aksinya mengolah berbagai rekaman yang ada menjadi nilai plus untuk film ini.

 

Srini (Celine Evangelista) dan Tisya (Meryem Hasanah)

sumber : facebook

  Ibu dan anak yang sudah lama diganggu oleh sosok Buto Ijo dan akhirnya meminta pertolongan kepada Ali. Srini sendiri adalah mantan Ali saat mereka masih di SMA dengan bukti kecil berupa sebuah properti horor untuk sebuah film pendek yang masih disimpan sampai saat ini. Apakah Srini akan mengalami CLBK (apalagi dengan statusnya yang saat ini adalah janda XD)???

 

  Srini dan Tisya sendiri memilih untuk kabur ke rumah mertuanya saat Ali merekam rumah mereka tapi mereka masih berkomunikasi menggunakan HP. Secara random Srini mengetahui tentang “Devil’s Hour” (puncak aktifitas supranarutal pada jam 3-4 pagi).

 

  Melihat kondisi rumahnya, terlihat sekali jika Srini tergolong OKM (Orang Kaya Mampus ) XD.

 

Lana (Valerie Thomas)

sumber : facebook

 

  Adik Ali yang biasanya ikut bersama kakaknya tapi kali ini disuruh merawat ibu mereka + meminjam berbagai kamera yang nanti akan Ali gunakan. Melalui percakapannya di HP penonton akan mendapat info penting yaitu  “Buto Ijo = Jin Pesugihan”(jadi semakin mirip sama dongeng aslinya nih XD).

 

Buto Ijo

 

sumber : Riau Pos

  Entitas utama yang menjadi teror pada film ini, wujudnya sendiri tampil lebih banyak dalam bentuk siluet tapi efektif untuk memberi teror pada film ini, sayangnya dia terlalu banyak memakai teknis telekinesis + ilusi yang jelas-jelas tidak cocok dengan image Buto Ijo yang saya ketahui -_-

 

Indra Ke-enam (Adnan Djani)

*anda tidak salah  baca, namanya memang seperti ini XD

sumber : facebook

 

  Anak Indihome Indigo yang pernah membantu Ali dalam membuat konten di masa lalu, sayangnya dia amat sangat mata duitan yang asyiknya diperlihatkan dengan menarik oleh karakter ini XD. Penampilannya sendiri bagi saya terlihat seperti gabungan dukun jadul + modern. Sayang sekali pada akhirnya karakter ini bernasib “kukira Suhu ternyata malah cosplay Pengabdi Setan 2 -_-”, malu-maluin nama perdukunan Indonesia saja nih…

 

  Melalui karakter Indra penonton akan diberitahu jika Buto Ijo menarget Janda dan bisa memakan mereka jika mereka takut pada dirinya. Sungguh sebuah info yang agak laen

 

  Kira-kira kapan yah sineas Indonesia bisa membuat tokoh Dukun yang kelewat OP seperti ini…

sumber : tenor

(ujung2nya tetap menjadi kiko sih XD)

 

 

Conclusion

 

  Masih terlihat jika sineas Indonesia masih bermain-main dengan genre “dongeng dibuat dark” (sebenarnya hal sama terjadi buat sineas luar negeri sih) meski kali ini esensinya masih bisa diterima.

 

  Apakah di masa depan genre ini bisa sukses di Indonesia (bikin Bawang Merah Bawang Putih pakai bumbu NTR sepertinya menarik nih XD) ???

 

 

My Score

55, DEMI MANTAN!!!

sumber : tenor

No comments:

Post a Comment