Wiro
Sableng adalah tokoh fiksi dalam novel buatan Bastian Tito yang
sangat terkenal pada tahun 80-90an dan menjadi ikon untuk serial
silat indonesia. Menurut situs ini novel Wiro Sableng memiliki total
> 100 seri yang berisikan perjalanan Wiro Sableng. Karena ketika
kecil saya tidak menyukai novel jadi wajar jika saya tidak mengenal
pendekar "sableng" yang satu ini XD.
Tahukah
anda jika kebanyakan tokoh dongeng yang anda kenal selama ini berasal
dari buku cerita / novel dan kebanyakan memiliki perbedaan mencolok
dengan versi yang kita ketahui saat ini (baca : Disney XD). Tahun ini
Disney memiliki ide fresh
dengan membuat adaptasi dari salah satu tokoh "terimut pada
masanya" yaitu "Winnie The Pooh".
*Film ini Khusus DEWASA (17+) karena mengandung BANYAK Adegan Sadis !!!
Prolog
Suka
tidak suka ternyata genre
horor masih mendominasi dunia perfilman di Indonesia sampai saat ini,
dan berita bagusnya kualitas film horor saat ini mengalami cukup
banyak peningkatan ketimbang tahun-tahun terdahulu yang terlihat
hanya "menjual tubuh saja" XD.
Andaikan
saja serial TV Luke Cage
memulai
debut pada tahun ini maka DIPASTIKAN saya akan menganalisis banyak
hal untuk mencari pesan Anti-rasisme (Black
Lives Matter)
yang lazim ditemukan pada film dengan aktor kulit hitam pada saat
ini, untung saja hal ini tidak terjadi karena bosan juga jika
menganggap film kulit hitam SELALU memiliki pesan Anti-rasisme. Luke
Cage sendiri (baik season 1 dan 2) tampil seperti memberi pesan
"Gue memang kulit hitam, masalah buat Loe ???"
MCU
(Marvel Cinematic
Universe) sudah bisa
dicoret dari persaingan dunia perfilman saat ini (Maklum semua
filmnya sudah dirilis XD), sekarang saatnya DC membalas dendam dengan
merilis film Superhero yang kelewat aneh dan (pastinya) tidak "dark"
yaitu "Teen Titans Go! To The Movie" (judulnya aja sudah
GeJe gini -_- ) yang jarang mendapat perhatian dari penggemar komik
selama ini.
Biasanya
saya menulis "Memories" untuk menaikkan hype
sekaligus mengingat kembali sebuah franchise
/ film
sebelum sequel
film
itu dirilis, tetapi karena ada sesuatu dalam 2 minggu terakhir ini
jadinya terpaksa saya menunda menulis tentang Ant-Man (2015), bahkan
kalau dipikir-pikir saya bisa menonton Ant-Man And The Wasp "tepat
waktu" juga bisa dianggap "mukjizat".