Just A review From me: [MOVIE] Suzzanna : Santet Dosa di Atas Dosa Review

Thursday, October 29, 2026

[MOVIE] Suzzanna : Santet Dosa di Atas Dosa Review

Before Prolog

Bisakah ilmu santet menjadi viral di jaman now jika korbannya adalah “orang penting” ???

 

sumber : imdb


Prolog


Langsung saja inilah salah satu dari 2 film yang saya tonton di lebaran tahun ini, alasannya ya memang sudah bisa dianggap brand loyalty sih XD + tergolong “nanggung” karena 2 film sebelumnya sudah ditulis di blog ini.

 

Jadi apa yang berubah dari film “Suzzanna : Santet Dosa di Atas Dosa” selain judulnya yang kelewat bombastis ??? tidak banyak sih karena film ini tetap memakai formula film horor lokal era tahun 90an alias terasa sekali jadulnya. Tapi bagi saya ini film Suzzanna modern terbaik karena berhasil memasukkan 2 unsur yang cukup menarik yaitu “politik” (tapi skalanya kecil sekali XD) dan “nihilisme” (paling terasa jika dibandingkan dengan 2 film sebelumnya).

 

 

Melihat Dari Sisi Lain


sumber : cinepoint

Terakhir saya cek, film ini berhasil meraih 1,5 juta penonton yang artinya tergolong sukses meski seharusnya bisa lebih tinggi karena memakai nama besar Suzzanna. Udah sih gitu doang.

 

Overview

 


Di tahun 1985 dengan setting desa Karang Setan (namanya red flag sekali yah  ??? tenang desa ini palsu kok XD) di Banyuwangi (Jawa Timur). Bisman yang bernafsu ingin menjadi lurah ternyata rela melakukan santet demi mencapai cita-citanya. Setelah posisi lurah didapat maka tujuan Bisman berikutnya adalah menikahi Suzzanna meski kelak akan ditolak mentah-mentah yang berakibat (lagi-lagi) Bisman menggunakan santet untuk membunuh orang tua Suzzanna. Hal ini semakin diperparah dengan Suzzanna yang nanti jatuh dari jurang (karena diincar anak buah Bisman) dan mengalami mati suri.

 

Untungnya Suzzanna diselamatkan oleh seorang dukun yang nanti akan mengajari dia ilmu santet untuk membalaskan dendamnya, Bisakah Suzzanna membalaskan dendam keluarganya ??? lalu “harga” seperti apa yang harus dia bayar ??? terus mengapa Bisman dipaksa sekali menjadi tokoh tragic villain (tapi gagal total) ??? temukan jawabannya di film ini XD.

 

Seperti 2 film sebelumnya, film ini kembali akan mengajak penonton ke era 90an dengan segala jenis elemen “kampungan” yang dimiliki oleh film ini XD. Adanya unsur politik dengan bentuk “penguasa yang rela melakukan segala cara” ternyata tampil simpel dan cukup bisa menjadi bumbu untuk film ini karena nanti akan ada unsur “buat mobil” XD. Meski tetap memiliki unsur religi yang kuat ternyata film ini memiliki beberapa dialog berbau “nihilisme” yang bagi saya berhasil membuat cerita film ini menjadi lebih menarik. Untuk gore saya anggap cukup saja yang penting mendukung cerita (meski beberapa cukup dipoles dengan sentuhan modern). Oh ya meski singkat, ada adegan “motor2an di kampung” dengan memakai teknik P.O.V (Point Of View) shoot yang terlihat seru + sekilas mengingatkan saya pada Evil Dead XD.

 

Setidaknya melalui film ini penonton akan bisa “sedikit” mengetahui jawaban dari
”mengapa politikus susah untuk disantet ???” meski jawabannya akan terasa amat sangat “ah sudahlah…”

 

Saya memiliki 3 kritik utama untuk film ini yaitu :

 

- penggunaan bahasa yang terlalu baku, bahkan untuk karakter antagonis. Kesannya kayak takut film ini bakal di-*pippp saja nih -_-

 

- Karakter Bisman yang sangat tidak cocok sebagai antagonis utama (lihat saja akting dan dialognya) meski pada dasarnya dia memang orang yang jahat -_-

 

- unsur khodam / roh pelindung / stand / entitas yang ujung-ujungnya tidak berguna padahal dijelaskan jika mereka adalah “hadiah” setelah melakukan training montage dan dikabarkan menjadi sosok yang penting -_- (lagian yang jelas-jelas terlihat cuma milik Suzzanna saja yang wujudnya “di luar nalar”). Ditambah lagi nanti dukun-dukun lain tidak terlihat memiliki hal ini pula -_-

 

Seperti biasa waktunya kritik “ngaco” XD :

 

- makeup Suzzanna luntur ketika dia tenggelam + langsung wujudnya menjadi seorang Luna Maya XD

 

- unsur romance yang terlalu instant

 

- training Montage yang tampil kompleks (puasa mutih 7 hari, berendam di laut, masuk ke goa selama 40 hari dan keluar ketika MU juara) tapi ujung-ujungnya malah…

 

- menurut analisa / opini beberapa orang, ular yang digunakan di film ini mulutnya ditutup pakai plester agar tidak terjadi kecelakaan (ternyata dari dulu memang sudah memakai teknik seperti ini lho!!!)

 

- khodam / roh pelindung Suzzanna ternyata wujudnya adalah Suzzanna itu sendiri, benar-benar lazy writing (padahal dibikin jadi semacam Ratu Ular bisa lebih menarik sih -_-)

 

Characters

 

Suzzanna (Luna Maya)

sumber : imdb

 

Di sini menjadi anak seorang guru kalangan bawah yang (lagi-lagi) tidak terlihat cocok karena perbedaan fisik mereka yang berbeda jauh. Karena ayahnya hobi mengkritik kepemimpinan Bisman + ada potensi “membuat mobil” maka sudah jelas akan terjadi sesuatu pada ayah Suzzanna (baca : dia menjadi korban santet yang tergolong instant). Suzzanna sendiri kelak akan jatuh dari jurang dan mengalami mati suri, tapi hal ini nanti akan membuat mata batinnya aktif dan bisa menerima beberapa ilmu santet dari Gayatri. Aksi santet dengan media ular akan menjadi fokus pada pertengahan film ini.

 

Bisa dibilang makeup Suzzanna kali ini terlihat paling bagus meski tetap terlihat tidak natural karena (lagi-lagi) karakter Suzzanna dipaksa menjadi rakyat kalangan bawah meski wujudnya terlihat seperti kalangan atas XD.  

 

Pramuja (Reza Rahadian)

sumber : imdb

 

Pemuda random yang mendatangi Desa Karang Setan untuk mencari tahu info tentang ayahnya. Pertemuannya dengan Suzzanna membuat mereka berdua jatuh cinta secara instant. Pramuja sendiri digambarkan sebagai sosok yang “suci ala tahun 90an” meski memiliki keluarga yang ternyata adalah seorang dukun!!!

 

Buat saya pribadi sih seharusnya karakter ini diperankan oleh aktor lain saja karena selain dialognya kaku + terlalu suci ekspresi karakter ini juga tergolong cuma “planga-plongo” saja (lumayan kan buat hemat budget)

 

Bisman (Clift Sangra)

*di dunia nyata dia suami asli Suzzanna yah

sumber : imdb

 

Pemilik night club lokal (baca : dangdut XD) + rentenir yang merugikan banyak orang. Dia bernafsu menjadi bupati dan rela melakukan segala cara termasuk melakukan santet pada beberapa saingannya. Setelah menjadi Lurah keinginan Bisman selanjutnya adalah menikahi Suzzanna dan (tentu saja) dia kembali melakukan aksi santet kepada ayah Suzzanna yang membuatnya mati mengenaskan. Setelah Suzzanna menghilang selama 40 hari dia “sedikit” direpotkan dengan kehadiran Pramuja yang menanyakan tentang keberadaan ayahnya, Bisman sendiri terlihat mengenal ayah Pramuja yang dia sebut sebagai sosok pembohong + penipu karena kabur setelah membuat salah satu wanita di kampung ini hamil.

 

Meski menjadi sosok antagonis utama di film ini, Bisman memiliki akting + dialog yang membuat dia tidak cocok sebagai orang jahat. Malah Bisman masih memiliki empati kepada anak buahnya ketika mereka terkena santet dari Suzzanna. Tapi tetap pada akhirnya dia adalah tokoh antagonis di film ini.

 

Oh ya, Bisman sendiri terlihat memiliki mental ABS (Asal Bapak Senang) yang sebenarnya bisa terlihat lebih meyakinkan jika dia tidak memiliki empati kepada anak buahnya. Seandainya saja pelaku utama di film ini adalah orang lain dan Bisman dibuat tidak tahu tentang hal ini mungkin akting Bisman bisa menjadi menarik, namun sayang film ini berkata lain.

 

Meski tidak memiliki ilmu santet, ternyata Bisman memiliki cara lain untuk menangkal hal ini. Aksi Bisman ini bagi saya terlihat seperti kombinasi 2 gambar di bawah ini tapi tampil cukup baik XD.


sumber : fandom


sumber : tenor

  

 

Suroh (Nunung)

sumber : youtube

 

Istri pertama Bisman yang sayangnya hanya muncul di satu adegan saja (memperingatkan Suzzanna tentang tingkah laku suaminya) sebelum nanti akan “tewas mengenaskan” karena ulah dari anak buah Bisman. Mengingat kisah hidup Nunung yang cukup memprihatinkan di dunia nyata saya hanya bisa berharap semoga Nunung mendapat bayaran yang pantas dari film ini.

 

Gayutri (Djenar Maesa Ayu)

sumber : imdb

 

Karakter yang menyelamatkan Suzzanna dan kelak akan mengajarinya tentang berbagai ilmu santet. Gayutri sendiri digambarkan sebagai dukun santet “baik” alias baru akan menggunakan ilmu ini jika terpaksa. Tidak henti-hentinya Gayutri memperingatkan Suzzanna jika mempelajari ilmu santet = sudah siap menjadi penghuni neraka, tapi di sisi lain Gayutri juga mencari seorang yang bisa meneruskan ilmu-ilmunya karena dia tidak mau Pramuja (keponakannya) mengetahui identitas aslinya!!!

 

Selain itu ada juga karakter Bawuk (Dori Taoge) yang awalnya tampil misterius sebagai jin penunggu rumah Gayutri namun pada akhirnya tidak memiliki peran yang penting.

 

Anak Buah Bisman

sumber : youtube

 

3 karakter yang menjadi anak buah kepercayaan Bisman dan tidak segan-segan melakukan berbagai aksi sadis (termasuk membunuh) demi memenuhi permintaan Bisman. Ada Banteng (Budi Bisma), Lawu (Iwa K), dan Kawi (Restu Triandy). kelak dua karakter ini akan menjadi korban santet kiriman Suzzanna dan sisanya akan mengambil sebuah keputusan yang “genius” jika saja pelakunya bukan Suzzanna XD.

 

3 “badut”

sumber : imdb

Namanya juga film Suzzanna yang memiliki unsur komedi, 3 pegawai kelurahan ini akan mewakili unsur ini meski lawakan mereka terkesan “jadul” + “jorok” XD. Ada Kliwon (Adi Bing Slamet), Tohir (Ence Bagus) dengan gigi yang dipaksakan” XD, dan Diran (Azis Gagap). mereka bertiga kelak akan disuruh orang Bisman untuk menjaga Suzzanna + mencari tahu sosok yang menyantet anak buah Bisman (dengan iming-iming gaji naik doang XD)

 

 

Conclusion

 

Meski setiap dengan formula film horor lokal jadul ternyata film ini masih memiliki beberapa hal yang membuatnya tetap menarik untuk diikuti. Tapi sepertinya harapan saya untuk melihat sosok Suzzanna di era modern tidak akan terwujud (karena formula jadul masih memiliki pasar + film ini sukses dari segi box office  -_-)

 

My Score

 

75 , perubahan (selalu) menuntut pengorbanan...


sumber : instagram

No comments:

Post a Comment