Just A review From me: [MOVIE] Suzzanna : Malam Jumat Kliwon Review

Thursday, August 3, 2023

[MOVIE] Suzzanna : Malam Jumat Kliwon Review

 Before Prolog

Sudah lama sekali saya menonton film TANPA memakai kacamata utama, apakah ini tanda-tanda ???

 

sumber : imdb

Prolog


  Bulan baru, film horor (lokal) baru (lagi) XD

 

  Lalu apa yang membuat saya menonton film ini ???



  Jawabannya simpel sih yaitu karena ini film Suzzanna, ikon horor tahun 80an yang image-nya masih menempel di otak rakyat Indonesia generasi 80-90an. Apalagi remake Suzzanna pada tahun 2018 berhasil menjadi salah satu film terlaris pada tahun itu, ditambah lagi dengan penantian 5 tahun seharusnya membuat film ini tergolong bagus bukan ???



  Sayang sekali penantian 5 tahun itu menjadi (cukup) sia-sia (kecuali anda adalah individu yang masih terjebak di era 80an alias belum bisa move on)

 

Jika Dibandingkan


sumber : wikipedia

 

  Sudah jelas saya akan membandingkan film ini dengan film sebelumnya yaitu “Suzzanna : Bernapas Dalam Kubur” karena masih memakai tema yang sama.

 

  Dan mohon maaf, saya tidak akan mengungkit film “Ratu Ilmu Hitam (2019)” karena tidak ada sosok Suzzanna pada film tersebut (tapi film itu masih sempat-sempatnya memasukkan Suzzanna pada bagian credit -_-)

 

Melihat Dari Sisi Lain


sumber : depost Bali

 

  Karena saya sudah menulis cukup banyak tentang Suzzanna di postingan INI (tulisan 5 tahun yang lalu, jadi jangan berpikir yang tidak-tidak XD) jadi di sini saya mau mencoba menjelaskan tentang sundel bolong saja.

 

  Sundel Bolong sendiri berasal dari mitos nusantara yang mengacu kepada entitas hantu / arwah penasaran yang tercipata karena kematian seorang wanita korban pemerkosaan + melahirkan anaknya dalam liang kubur. Umumnya Sundel Bolong memiliki wujud perempuan dengan gaun putih dan (tentu saja) memliki lubang di punggungnya.

 

  Sundel Bolong sendiri berasal dari kata Sundal (wanita jalang) dan Bolong (lubang), jadi secara tidak langsung Sundel Bolong memilki konotasi negatif  untuk para wanita.

 

  Tapi jika anda mencoba berpikir logis, mitos Sundel Bolong dibuat agar wanita (pada jaman itu) lebih waspada saat berjalan di malam hari (terutama dari para pemerkosa), cukup logis bukan ???  

 

Overview


 


  Opening PT. Soraya versi jadul hampir membuat saya mengira jika ini adalah film Warkop -_-.

 

  Bersetting di tahun 1986, Suzzanna pada kali ini terjebak di masalah klise rakyat menengah ke bawah pada waktu itu (berlaku juga untuk jaman now sih…) yaitu “dijodohkan dijual oleh orang tuanya karena masalah hutang”. Untuk menambah penderitaannya, Suzzanna terkena “santet” yang membuatnya harus mati saat melahirkan anaknya dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Kira-kira seperti ini

 

sumber : gfycat

 

  Tapi tenang saja, dengan bantuan Necromancy C-I-N-T-A, Suzzanna terlahir kembali menjadi Sundel Bolong dan siap untuk membalas dendam. Tentunya para penonton berharap rencana Suzzanna di film ini akan berhasil bukan ???

 

  Setting film ini terlihat begitu “pas” karena didukung lokasi dan properti jadul yang siap membawa penonton menuju era film 80-an yang penuh dengan ... (silahkan isi sendiri XD), beberapa practical effect juga terlihat keren walau tidak sebanyak film sebelumnya. Aksi Suzzana sendiri baru terlihat menarik saat dia sudah menjadi Sundel Bolong, lengkap dengan berbagai ekspresi dan tawa “cekikikan” khas yang siap untuk menghantui penonton XD.

 

  Sebelum kritik ngaco, saya memiliki 2 kritik utama untuk film ini yaitu :

 

- make-up Suzzanna (ketika masih hidup) terlihat begitu aneh (terutama bagian hidung) sehingga terlihat sekali seperti operasi plastik alias tidak natural

 

- akting Suzzanna (ketika masih hidup) terlihat sangat tidak cocok, apalagi karena kali ini dia berperan sebagai rakyat menengah ke bawah

  Untungnya begitu menjadi sosok Sundel Bolong, penampilannya menjadi “cantik natural” (walau ada eye shadow) dan aktingnya menjadi menarik untuk diikuti

 

  Dan sekarang waktunya “kritik ngaco” :

 

- film ini menjadi film komedi

 

- masih terjebak di era 80an (baca : saya ingin melihat Suzzanna di era modern)

 

- elemen horor pada film ini sangat tidak terasa (bagi saya)

 

- shoot Suzzanna dari berbagai angle = adegan horor menurut film ini

 

- film ini membutuhkan “training montage” karena aksi Suzzanna dalam menggunakan kekuatannya terlihat begitu amatir

 

- tidak sesuai dengan judul film (kalimat “malam jumat kliwon” hanya muncul di 1 scene saja)

 

- film ini memakai subtitle bahasa Inggris tapi beberapa istilah budaya Jawa malah diterjemahkan menjadi istilah umum (contoh : Santet menjadi “Black Magic / curse”), hal ini sedikit menghilangkan elemen budaya yang ada dalam film ini, padahal bukannya “Djawa Adalah Koentji ” XD ???

 

- (melihat sinopsis versi jadul di internet) kok cerita versi jadul lebih menarik yah…

 

- Suzzanna berhutang 10 mangkok bakso, #SaveTukangBakso

 

Characters

 

Suzzanna (Luna Maya)


sumber : kincir

 

  Wanita “salah zaman + kasta XD” yang terpaksa menikah dengan Raden Aryo karena hutang orang tuanya. Setelah mengandung anak Raden Aryo, Suzzanna terkena santet yang membuat dirinya harus meninggal ketika melahirkan anaknya. Suzzanna akhirnya menjadi Sundel Bolong karena permintaan “seseorang”.

 

  Sebagai Sundel Bolong, Suzzanna memiliki berbagai kekuatan super “standar” seperti melayang, telekinesis, dan (tentu saja) genjutsu yang terbukti berguna dalam usahanya untuk membalas dendam.

 

Surya (Achmad Megantara)

sumber : indonesia senang

 

  Pacar Suzzanna sebelum dia terpaksa menikah dengan Raden Aryo, berprofesi sebagai kuli panggul + petarung “Gulat Lumpur” (Baca : MMA XD) membuat dirinya memiliki fisik di atas rata-rata. Kematian Suzzanna membuat dirinya nekat melakukan sesuatu yang membuat saya berpikir :

 

“ini sih necrophilia

 

  Aksi Surya di film ini benar-benar melambangkan quote legendaris dari siluman babi yang satu ini XD.

sumber : twitter

 

Raden Aryo (Tyo Pakusadewo)


sumber : youtube

 

  Pria kaya raya dengan mindset “Uang = Kekuasaan” yang (awalnya)  menikahi Suzzanna demi memperoleh keturunan. Tapi yah ujung-ujungnya malah menjadi...

 

sumber : facebook

 

Minati (Sally Marcellina)

sumber : youtube

 

  Istri pertama Raden Aryo yang sangat membenci Suzzanna karena alasan yang mudah ditebak, pada akhirnya puncak kebenciannya membuatnya melakukan hal yang di luar nalar yaitu… (silahkan isi sendiri XD).

 

Ki Jaya (Baron Hermanto)

sumber : kincir

 

  Dukun setempat yang menyantet Suzzanna dengan ilmu hitam tingkat tinggi (katanya XD), tentu saja ilmu ini membutuhkan bayaran yaitu… (hint : gambar di bagian Raden Aryo XD)

 

Japra (Adi Bing Slamet) dan Rojali (Opie Kumis)


sumber : youtube

 

  Duo hansip yang siap mengocok perut penonton dengan lawakannya mereka yang sangat “80an” banget (baca : bukan untuk semua orang XD). Mereka berniat untuk menangkap Sundel Bolong agar bisa menjadi sosok pahlawan di kampung mereka.

 

  Melengkapi karakter komedi ada Bang Kumis (Ence Bagus), pedagang bakso yang menjadi korban “kejahilan” Suzzanna, sayang sekali aksinya di film ini tidak se-”Wah” aksinya di serial “Teluh Darah” (salahkan saya yang terlalu berharap banyak -_- ).

 

sumber : youtube

(ada kang Asep (Teluh Darah) Coy!!!)


Samil / Samail / Samael

 

sumber : fandom

(Samael dari game Darksider)

 

  Entitas misterius yang memiliki kekuatan untuk membangkitkan orang mati, atas permintaan seseorang dia menghidupkan Suzzanna dengan bayaran *pippp.

 

  Tapi ujung-ujungnya nasibnya bakal seperti ini sih XD

 

sumber : facebook

 

 

Menatap Masa Depan (Jika ada)

sumber : wikipedia

  Katakanlah film ini sukses (karena animo masyarakat yang senang pada film horor lokal), mungkin di masa depan akan ada remake film Suzzanna lainnya. Saya sih hanya bisa berharap jika ke depannya Suzzanna bisa dibuat lebih modern agar bisa (sedikit) melepas identitasnya sebagai ikon horor tahun 80an meskipun saya yakin ini bukan hal yang mudah.

 

  Melihat ke belakang, Pocong Mumun melakukan hal ini walaupun hasil akhirnya cukup “mengenaskan”, tapi ini membuktikan jika modernisasi pada ikon horor jadul bisa (saja) dilakukan asal ada niat, kesempatan, dan modal XD..


  What's next, "Nyi Rorol Kidul Remastered Edition" ???

 

Conclusion

 

  Film ini kembali mengajak penonton untuk kembali ke era film eksploitasi tahun 80an tanpa adanya hal baru dengan tema / konsep yang tergolong “usang”. Kira-kira Almarhumah Suzzanna menginginkan hal ini tidak ya ???

 

  Well, karena tidak ada berita yang aneh-aneh saat pembuatan film ini maka jawabannya adalah *pipppp

 

My Score

 

55, Pada Malam Jumat Kliwon aku pulang lewat…

 

 

 

No comments:

Post a Comment