Just A review From me: [MOVIE] Tinggal Meninggal Review

Tuesday, August 26, 2025

[MOVIE] Tinggal Meninggal Review

Before Prolog

   Society itu ternyata penuh dengan…

sumber : imdb

Prolog

 

  Meski dunia film lokal saat ini masih dibanjiri genre horor, ternyata masih ada juga yang mencoba genre lain yang mungkin terdengar asing bagi para penonton film lokal. Bulan ini Studio Imajinari merilis “Tinggal Meninggal” yang digadang-gadang akan menjadi film lokal pertama dengan genre dark comedy (komedi getir) atau bagi saya pribadi “alasan yang sering dipakai jika lawakan kamu terlalu menyakiti orang lain XD”. Untuk yang sering ke bioskop mungkin bisa merasakan jika marketing film ini tergolong unik dan agresif, ditambah lagi film ini memiliki lead actor yang (menurut tulisan lama saya) memiliki potensi besar sebagai seorang psikopat. Apakah “Tinggal Meninggal” mampu meraih kesuksesan di bulan ini ???

 

  Oh ya, saya pribadi tidak akan menggunakan istilah introvert untuk review ini karena bagi saya ini tema utama film ini adalah “kesepian” dan tidak ada hubungan dengan introvert.

 

  Terakhir saya cek, film ini hanya mampu meraih sekitar 160 ribu penonton dan tergolong “gagal maning2x son” jika memikirkan biaya marketing yang mereka keluarkan.

 

  Apa ini berarti penonton lokal belum bisa menerima genre dark comedy ???

 

  Sebenarnya sih ini semua karena film animasi “yang judulnya tidak mau tulis” yang sukses menjadi pengalihan isu untuk bulan ini -_-

 

 

Melihat Dari Sisi Lain


 

  Cukup lihat saja trailer-nya dan saya yakin anda akan menganggap jika film ini tergolong “unik”. Diluar itu semua premis film ini mengingatkan saya pada sebuah pertanyaan tes psikologi jaman jadul (baca : belum ada media sosial) dimana (katanya) jawabannya mampu mengidentifikasikan jika anda seorang psikopat atau bukan!!! (biar asyik, jawabannya saya taruh di bagian “bonus” yah XD).

 

  Kira-kira begini pertanyaannya :

 

“kamu sedang berada di upacara pemakaman ibumu dan kamu melihat seorang lawan jenis yang membuatmu amat sangat tertarik pada dirinya, 2 minggu kemudian kamu membunuh anggota keluargamu, kira-kira apa alasan kamu melakukan hal ini ???”

 

 

Overview

 

  Gema adalah seorang pemuda yang sulit berkomunikasi dengan orang lain tapi memiliki keinginan besar untuk bersosialisasi dengan orang lain memiliki teman. Hal ini diperparah dengan sifatnya yang sering “komat kamit” (baca : ngomong sendiri) dan masa kecil yang literally kurang bahagia. Alhasil Gema menjadi sosok “manusia tidak terlihat” di mata masyarakat.

 

  Tapi suatu hari Gema mendapat berita jika ayahnya meninggal dunia, dan secara “ajaib” sekarang semua orang ingin berteman bersimpati dengan Gema. Tentu saja hal ini membuat Gema merasa bahagia  (dengan visualisasi “butterfly in stomach”). Tapi tentu saja ini semua tidak akan bertahan selamanya bukan ??? Gema sendiri menyadari hal ini dan mulai merencanakan “sesuatu”.

 

sumber : imdb
udah mirip psikopat belum XD ???

 

 

  Oh tentu saja nanti bakal ada yang “mati” bukan ???

 

(sumber : tenor)
hehehe (1)

 

 

(sumber : tenor)
hehehe (2)

 

  Bisakah Gema mendapatkan kembali “kebahagiaan” semu ini ??? semua bisa anda temukan pada film ini.

 

  Selain memiliki premis yang unik, eksekusi film ini juga menarik dengan membuat Gema melakukan breaking 4th wall (Baca : dia sadar dia ada di dunia film) dalam bentuk “curhat langsung dengan penonton” tapi ujung-ujungnya malah membuat dia seperti terkena penyakit mental dengan stigma camen (cacat mental) XD, tapi overall film ini tampil baik luar dalam.

 

  Oh ya, film ini memiliki OST yang asyik untuk didengar berulang-ulang (tapi sebaiknya jangan tonton yang versi video klip karena maknanya akan berbeda XD).


 

  Saya memiliki 3 kritik utama untuk film ini :

 

- joke dan akting tergolong “garing” dan miss (namanya juga dark jokes XD), sepertinya sengaja dibuat seperti ini agar sesuai dengan karakter Gema. Tapi entah kenapa bagi saya eksekusi seperti ini akan terlihat lebih cocok jika dilakukan oleh negara barat

 

- konsep butterfly in stomach (perasaan geli di perut karena lonjakan emosi) tidak dijelaskan dengan baik karena hanya berupa visual saja dan kurang cocok dengan selera penonton lokal (dibikin “hati” Gema dalam bentuk kartun lebih cocok sih)

 

- menit-menit terakhir film ini yang amat sangat “kebelet edgy” alias lebih baik dihapus saja

 

 

  Seperti biasa waktunya kritik “ngaco” XD :

 

- product placement (film Agak Laen) yang kelewat dipaksakan mentang-mentang satu studio

 

- iklan karya Agency tempat Gema bekerja terlihat super duper cringe

 

  Solusi semua masalah di film ini yang sayangnya tidak dilakukan

 

sumber : medium

 

 

Characters

 

Gema (Omara Esteghal)


sumber : imdb

 

  Seorang data analyst di sebuah creative agency yang tidak pernah dianggap “ada” karena dirinya tidak good looking + terlihat sering “komat-kamit” (baca : melakukan breaking 4th wall), Gema sendiri sebenarnya sudah bisa menerima nasibnya lho, namun semua berubah ketika ayahnya meninggal dan tiba-tiba semua orang ingin berteman bersimpati kepada Gema. Merasa bahagia ketagihan dengan hal ini membuat Gema nanti menyusun sebuah “rencana” agar dirinya tetap mendapat perhatian dari teman-temannya.

 

  Nah karena hal ini mulai deh aura si “Jefri” nongol dari diri Gema XD (maklum saya mengetahui aktor ini cuma dari 2 film saja).

 

sumber : cnn Indonesia

 

  Melalui aksi “komat-kamit” terlihat sekali jika Gema ini seorang yang “Narsis mampus” tapi tidak bisa menemukan media untuk mengekspresikannya, padahal jika hal ini berlanjut bisa saja dia menjadi…

 

sumber : tenor


Gema kecil (Jared Ali)


sumber : youtube

 

  Menjadi “suara hati” bagi Gema dan siap memberikan berbagai saran “ngaco” agar Gema tetap mendapat simpati dari rekan-rekan kerjanya. Penggunaan berbagai bahasa kasar membuat karakter ini terlihat sangat realistis (gak percaya, coba sana dengerin percakapan bocil jaman now XD).

 

  Melalui karakter ini penonton bisa melihat betapa “unik” masa kecil Gema yang membuat dirinya membuat sebuah daftar hal-hal “sederhana” yang ingin dia lakukan bersama orang tuanya (yang tentu saja tidak pernah terjadi). Daftar-daftar ini yang kelak akan Gema gunakan kepada rekan-rekan kerjanya.

 

Kerin (Mawar Eva de Jongh)


sumber : kapan lagi

 

  Rekan kerja Gema yang gaya bicaranya sangat “Cinta Laura” (baca : indonesia campur inggris) tapi karena good looking jadi wajib untuk dimaafkan dong XD, dia menjadi orang pertama yang bersimpati dengan Gema dan nantinya akan menjadi sosok “ketua” yang mengatur rekan kerja lainnya untuk bersimpati pada Gema, bisa dibilang karakter ini sangat “Si Paling Perhatian” sih.

 

 

Ilham (Ardit Erwandha)


sumber : kapan lagi

 

  Rekan kerja Gema yang sebenarnya sama-sama aneh tapi “untungnya” dia lebih bisa bersosialisasi, jokes dan dialog berbau religi didominasi oleh karakter ini (apalagi ternyata dia juga seorang anak yatim). Tapi sayangnya hal ini membuat dia menjadi “si paling Kepo” dalam setiap dialog dengan Gema.

 

Danu (Mario Caesar)

sumber : kapan lagi

 

  Rekan kerja Gema yang hobi healing ke luar negeri pada setiap akhir pekan, asyiknya dia masih sempat memberikan “oleh-oleh” untuk rekan kerjanya (kecuali Gema -_- ), namun siapa sangka dibalik semua ini dia adalah seorang “tukang timpa” (baca : photoshop XD) demi mendapat perhatian rekan kerjanya -_-.

 

  Ketika rekan kerja lain mulai bersimpati pada Gema, Danu menjadi orang pertama yang merasa curiga dan mulai melakukan berbagai investigasi (memanfaatkan internet) untuk membuktikan jika Gema ini PEMBOHONG (padahal aslinya sih dia iri dengan Gema XD). Bisakah Danu membongkar rencana Gema ???

 

 

Adriana (Shindy Huang)

sumber : kapan lagi

 

  Rekan kerja Gema yang menjadi penggemar berbagai teori konspirasi sekaligus fashion yang bersifat indie. Bersama Naya dia hanya menjadi karakter sampingan di film ini meski memiliki sebuah rahasia yang sebenarnya tidak penting2 amat sih.

 

 

Naya (Nada Novia)


sumber : kapan lagi

 

  Rekan kerja Gema dengan sifat yang influencer wannabe banget dengan aksi live setiap ada kesempatan. Ya gitu doang fungsinya di film ini.

 

Cokro (Muhadkly Acho)


sumber : kapan lagi

 

  Boss di tempat Gema bekerja dengan sifat + penampilan yang sangat “How do you do fellow kids” meski umurnya sudah tua, tapi setidaknya dia menjadi boss yang baik dengan bersimpati + memberi libur dan nasihat “5 stages of grief” pada Gema. Berbagai dark jokes yang “salah tempat” dapat ditemukan pada karakter ini. Bagi saya yang paling lucu adalah “fantasi segs liar” dia tentang Gema XD.

 

Ibu / Bapak Gema


sumber : youtube

 

  Orang tua Gema yang ingin terlihat seperti “keluarga ideal” tapi dibelakangnya sangat… (silahkan isi sendiri). Bapak Gema (Gilbert Pattiruhu) adalah seorang pemain Ponzi yang melatih Gema kecil untuk menjadi alat untuk mencari investor dengan image “keluarga ideal”, dia sendiri memiliki beberapa identitas palsu dan nanti meninggalkan Gema dengan alasan “kawin lagi”, untungnya nanti dia meninggal dan menjadi fokus cerita untuk film ini XD.

 

  Ibu Gema (Nirina Zubir) juga tidak layak disebut sebagai ibu karena dia melakukan semua itu untuk memuluskan usaha Ponzi suaminya, bahkan nanti nama kontaknya di HP Gema adalah “Kak Ma” yang artinya dia sering melakukan aksi selingkuh. Dia sendiri cuma nongol di akhir bulan untuk meminta uang pada Gema.

 

  Nah sekarang ngerti kan kenapa Gema menjadi seperti itu ???

 

 

Conclusion

 

  Film menarik dengan tema yang tidak kalah menarik dan layak untuk ditonton meski saya akui jokes yang diberikan memang tidak cocok untuk selera penonton lokal. Tapi setidaknya film ini harus tetap diapresiasi karena berani mengambil resiko. Namun sayang hasil box office harus berkata lain.

 

Sayang sekali pada akhirnya harus dipantatin oleh film animasi “yang judulnya tidak mau saya tulis” -_-

 

My Score

 

75Mas Jefri, mas Gora , mas Gema 


sumber : tenor

 

+

 

Film ini dipersembahkan untuk...


sumber : reddit


 

===============================================

===============================================

===============================================

===============================================

 

 

 

 

Bonus

 

  Jadi jawabannya adalah

 

“kamu ingin bertemu kembali dengan lawan jenis itu”

 

Simpel sekali bukan XD ???

1 comment:

  1. Emang tuh kartun menuh2in slot, mestinya ini sama Nobody 2 yang notabene di direct Timo Tjahjanto ditambahin layarnya ditambah dengan keberadaan Demon slayer movie sama Weapons ngedepak kedua film tersebut. Ditunggu review Nobody 2 😁

    ReplyDelete