Before Prolog
Kaum / warga / sobat menengah ke bawah (terutama honorer) harap berhati-hati dengan tawaran yang terlalu “too good to be true” yah…
![]() |
sumber : imdb |
Prolog
Semakin ke sini saya melihat horor lokal mengalami banyak perubahan positif dan mencoba menambahkan berbagai unsur “menarik” yang membuatnya mampu diterima (beberapa) masyarakat modern. Tapi sayangnya horor lokal seringkali masih bergantung pada unsur “supranatural” untuk menakut-nakuti penonton dan film “Labinak : Mereka Ada Di Sini” akan menjadi bukti jika unsur suprantural mampu “merusak” tema utama yang diberikan oleh film ini -_- .
Meski bagi saya tergolong jelek, ternyata film ini masih memiliki beberapa “kejutan” yang mungkin akan membuat film ini semakin…
Jika Dibandingkan
![]() |
sumber : imdb |
Tepatnya Episode pertama (karena series ini adalah antologi), alasannya karena ada hal “spesifik” yang “dibuat terlalu mirip” dengan tema film ini.
Melihat Dari Sisi Lain
![]() |
sumber : facebook |
Trailer film ini sudah membocorkan banyak hal sih, tapi siapa sangka ternyata Sumanto menjadi salah satu orang “pertama” yang menonton film ini!!!
Tidak kenal Sumanto ??? yah wajar sih soalnya termasuk generation gap XD. Singkatnya Sumanto adalah sosok yang memperkenalkan rakyat Indonesia dengan istilah “kanibal”. Tapi (katanya) dia sekarang sudah tobat dan malah banjir endorse dimana-mana -_-
Tapi ternyata kehadiran Sumanto lebih dari sekedar gimmick…
Overview
Di jaman dulu, ada sekelompok orang penyembah dewa Bhairawa yang rela memakan manusia demi awet muda dan panjang umur, sekte ini dikenal sebagai “Labinak” dan kehadiran mereka dihapus dari sejarah meski berada (katanya sih XD) DIMANA-MANA!!!
Di jaman Modern, Najwa yang seorang guru honorer mendapat sebuah tawaran bekerja di sekolah swasta “Yayasan Payung Emas” dengan iming-iming kehidupannya akan menjadi lebih baik + beasiswa untuk anaknya Yanti. Tawaran yang too good to be true ini jelas langsung diterima sama bu Najwa dong (tentu saja karena alasan ekonomi XD). Siapa sangka di rumah + tempat kerja barunya dia akan mengalami berbagai hal supranatural yang membuatnya mempertanyakan keputusan hidupnya selama ini, apakah Bu Najwa beserta Yanti mampu selamat dari semua ini ??? lalu apakah akan ada adegan mukbang di film ini (spoiler : ada loh XD) ??? silahkan tonton dan temukan sendiri jawabannya.
Langsung saja yah, film ini sebenarnya memiliki premis yang amat sangat menarik (sekte kanibal dengan anggota orang kaya mampus) tapi sayangnya dieksekusi secara setengah-setengah dan ujung-ujungnya malah menjadi mengecewakan, tapi setidaknya film ini “cukup” mampu memberikan kengerian dalam bentuk supranatural yang sejatinya bukan tema utama dari film ini -_- . Jadi untuk yang “dompet tipis” mending dipikir-pikir dulu deh.
Berikut adalah kritik utama saya untuk film ini :
- unsur horor terlalu frontal (baca : dikasih begitu saja tanpa adanya build up) yang membuat jumpscare terlihat begitu “murahan”, tapi saya sadar horor seperti ini masih memiliki pasar sih…
- film ini tidak mengerti perbedaan konsep “tumbal” dengan “kanibal” -_-
- (sudah jelas) unsur supranatural merusak banyak hal di film ini
- penjelasan sekte Labinak tergolong “Jueleeek banget”
- unsur gore hadir secara minimalis , tapi tenang saja tetap ada adegan mukbang kok XD
- post credit benar-benar “ngaco” (lihat, amati, dan simpulkan sendiri di bagian “Melihat Dari Sisi Lain” XD) tapi sebenarnya menarik jika saja eksekusi film ini dibuat lebih menarik
Seperti biasa waktunya kritik “ngaco” XD :
- adegan “keluh kesah hidup sebagai orang miskin" (baca : honorer) singkat banget nih -_-
- adegan school life juga singkat (cuma 1 adegan belajar di kelas!!!), apalagi jumlah guru yang cuma tiga saja -_-
- peternakan ternyata cuma gitu doang -_- (padahal loophole yang dipakai keren loh)
- murid yang izin karena alasan ulang tahun kakeknya yang ke-120 itu sebenarnya siapa ???
- korbannya ada banyak tapi kenapa malah fokus di satu orang saja ???
- jauhi organisasi yang namanya ada hubungan dengan “payung” (contoh : Umbrella dari Resident Evil XD)
- secara tidak langsung film ini melanggar aturan “tidak tertulis” di dunia film tentang produk “apel” XD
- jika diibaratkan video game genre Puzzle , Bu Najwa ini main di tingkat kesulitan very easy karena berbagai petunjuk datang gitu doang tanpa ada penjelasan -_-
- jika saya orang kaya + anggota sekte yang mencari “korban” baru maka setidaknya saya akan memiliki banyak rumah yang otomatis akan menghilangkan unsur supranatural pada film ini XD
- sepertinya budget film ini habis untuk menyewa rumah, soalnya villa keluarga = rumah lain di kompleks yang sama XD.
Fix The Movie
Karena unsur sekte tidak bisa dipisahkan pada film ini, saya sih setidaknya akan mengisi babak awal (baca : act 1) dengan berbagai tingkah laku orang kaya yang mampu membuat penonton iri tapi tetap diisi berbagai unsur yang membuat para orang kaya ini terlihat berada “di atas manusia” alias perbedaan kesenjangan sosial + ekonomi yang luasss banget XD (soalnya ini yang sebenarnya saya harapkan dari film ini).
Oh ya, saya juga akan membuat lore + ritual Bhairawa menjadi lebih menarik dengan memberikan entitas ini wujud fisik (soalnya jarang-jarang pake unsur agama minoritas).
Characters
Najwa (Raihaanun)
![]() |
sumber : instagram |
Guru honorer yang hidupnya pas-pasan tapi tetap memegang prinsip “kaya karena memiliki satu sama lain”, awalnya dia ingin menolak tawaran Diana untuk bekerja sebagai guru Fisika di yayasan Payung Emas tapi ketika mengetahui jika anaknya bisa mendapat beasiswa sampai kuliah akhirnya hatinya goyah juga.
Di rumah barunya Najwa dihantui berbagai “penampakan” + suara-suara mistis yang meminta dia untuk “pergi atau mati”, untungnya Najwa tergolong logis jadi cukup bisa kebal dari hal-hal ini. Tapi kelak dia akan menyadari jika dia adalah target dari sekte Labinak!!!
Aktingnya sendiri tergolong plonga-plongo sih (walau diberi banyak petunjuk) alhasil saya kurang bisa menerima perannya sebagai mantan orang miskin. Oh ya Najwa sendiri memiliki sebuah “’rahasia” yang (sialnya) amat sangat mudah ditebak karena nongol begitu saja di awal-awal film -_-
Yanti (Nayla D. Purnama)
![]() |
sumber : tiktok |
Anak Najwa yang tergolong pintar + banjir prestasi walau tetap diterpa berbagai masalah klasik orang miskin. Dialah yang menjadi alasan utama mengapa Najwa menerima tawaran untuk menjadi guru di yayasan Payung Emas. Yanti sendiri nanti akan berkenalan dengan Eva (Chantiq Schagerl) dan mulai menerima “banjir privilage” yang sayangnya digambarkan begitu saja (minimal ada unsur culture shock gitu -_-).
Diana (Jenny Zhang)
![]() |
sumber : youtube |
Salah satu petinggi yayasan Payung Emas yang ternyata di masa lalu memberi beasiswa kepada Najwa. Dia menawarkan “hidup yang lebih baik” yang nantinya diterima oleh Najwa. Dia sendiri tergolong baik pada Najwa meskipun tetap menyimpan berbagai sifat misterius karena dia adalah anggota Labinak!!!
Penasaran dengan rahasia penampilannya yang awet muda ??? itu semua karena air wudhu botox dan thread lift XD.
Lucius (Arifin Putra)
![]() |
sumber : youtube |
Petinggi yayasan Payung Emas yang amat sangat tertarik dengan Najwa. Dia sendiri memiliki usaha peternakan (yang sangat loophole) di bawah tanah dan siap memberikan daging + buah segar untuk Najwa setiap hari. Dia sendiri memiliki anak bernama Eva dan ibu yang saya lupa namanya tapi kelakuannya seperti “kanjeng mami” XD, istrinya sendiri sudah meninggal karena bunuh diri.
Jodas (Giulio Parengkuan)
![]() |
sumber : youtube |
Guru BK Yayasan Payung Emas yang siap memberikan berbagai nasihat berbau psikologi untuk muridnya. Dia sendiri ditugaskan untuk mengawasi sekaligus menjadi konsultan psikologi untuk Najwa yang saat ini sedang ketakutan karena merasa jika rumah barunya berhantu. Aktingnya menarik karena terlihat sekali jika dia bukan manusia biasa XD (satu adegan mengingatkan saya pada film horor get out).
Bhairawa / Bhairava
![]() |
sumber : wikipedia |
Ini dia entitas yang menjadi fokus di film ini karena disembah oleh sekte Labinak. Sekte ini memiliki keyakinan jika memakan daging manusia akan membuat mereka awet muda dan panjang umur.
Sayang sekali info tentang entitas ini tergolong minim, iseng-iseng googling dan saya malah menemukan jika entitas ini berasal dari ajaran Hindu / Buddha dan malah tidak ada hubungannya dengan Kanibal -_- (tapi ada tulisan dimana manusia membuat “tumbal” agar bisa menang perang).
Conclusion
Sayang sekali film ini tidak bisa memberikan horor tentang kanibal karena eksekusinya yang jelek.+ terlalu keluar jalur. Satu-satunya yang menjadi penyelamat untuk film ini adalah banyaknya horor “frontal” yang (mungkin) bisa membuat anda kaget. Ya gitu doang sih.
Sangat disayangkan padahal premisnya terlihat begitu menjanjikan, apa ini artinya sineas lokal belum bisa move on dari unsur supranatural ???
My score
40 + 5 (karena post credit), Kukira...
![]() |
sumber : detikfood |
Ternyata malah...
![]() |
sumber : reddit |
======================================================
======================================================
======================================================
======================================================
======================================================
======================================================
Bonus
Mungkin ini ekspresi Sumanto setelah menonton film ini (versi saya)
![]() |
sumber : facebook |
Oh ya sekedar mengingatkan saja, ini gambaran gaji honorer di negara ini
![]() |
sumber : reddit |
No comments:
Post a Comment