Just A review From me: [MOVIE] Pengabdi Setan (1980) Review

Monday, September 25, 2017

[MOVIE] Pengabdi Setan (1980) Review

Spoiler Alert!!


Prolog


  Karena minggu ini akan dirilis versi reboot dari Pengabdi Setan yang (sepertinya) menyeramkan, saya mencoba mencari info + menonton versi jadul dari film ini, itung-itung menghormati source material (hal yang sama saya lakukan pada IT) lah.




  Menarik juga, film Pengabdi Setan (1980) dikenal sebagai film horor terseram pada jamannya dan meraih status cult di Asia, sayangnya film ini kurang dikenal di luar Asia karena tidak ada versi home media (VHS pada jamannya), sampai pada tahun 2006 Brentwood Home Video merilis versi uncut sebagai bagian dari film horor "budaya timur" mereka.

  Film ini juga dikenal sebagai salah satu film yang memperkenalkan unsur kepercayaan Islam dimana pada jaman itu didominasi oleh kepercayaan Kristen/Buddha.

  Jika anda ingin menonton film ini bisa menggunakan Youtube (walaupun kualitasnya cukup dipertanyakan), versi yang saya tonton + review ini adalah versi restorasi yang ada di sebuah channel TV berbayar yang sialnya malah memiliki sensor yang lazim ditemukan di jaman sekarang (rokok kok disensor ???).

  Kesan saya setelah menonton film ini hanya satu : "Gak Sesuai Dengan Judul!!"

  I Mean, sejak kapan pengabdi Setan kok Setan itu sendiri ?????

Spoiler Alert!!!

Story Overview


  Sebuah keluarga kaya baru saja ditinggal mati oleh sang ibu, saat Tomi (Fachrul Rozy) melihat penampakan sang ibu, hal yang dia lakukan malah pergi ke dukun yang meminta dia untuk mempelajari ilmu hitam, mulai deh Tomi melakukan ritual aneh di kamarnya (gak dilihatin secara jelas kok XD).


(dasar kids jaman dahulu XD)

  Selain itu, Rita (Siska Karabety) juga tergolong anak yang "bandel" karena doyan berpesta sampai larut malam bersama pacarnya Herman (Simon Cader), sang ayah Munarto (W.D Mochtar) juga kelewat workaholic sampai jarang bertemu dengan anak-anaknya, Munarto sendiri mempercayakan anak-anaknya kepada Pak Karto (I.M Damsyik), tukang kebun yang sakit-sakitan (ironisnya ini karakter favorit saya di film ini karena saya pernah merasakan apa yang Pak Karto rasakan :'( ).


(mendadak dada saya jadi sesak)

  Penampakan setan tetap terjadi, bahkan lebih parah semenjak muncul Darminah (Ruth Pelupessy), pembantu baru yang dikirim oleh kenalan Munarto. Setan di sini juga semakin berani untuk menakut-nakuti keluarga Munarto, bahkan sampai memakan korban.


(mukanya standar ibu tiri kejam nih XD)

  Ya gitu deh, sisanya dihabiskan dengan usaha keluarga Munarto untuk mengusir setan dari rumah mereka, dan solusi yang muncul di akhir film ini terlihat sangat memaksa.

  Unsur Islam yang muncul di film ini juga tergolong "halus", hanya sekedar nasehat "kamu harus sering ibadah/baca kitab suci" yang (tentu saja) mudah dilupakan oleh karakter di film ini.

  Make-up setan yang ada terlihat keren walaupun sangat sederhana, tidak heran film ini mendapat predikat film terseram di jamannya. Tapi sepertinya film ini tidak fokus pada identitas "setan" yang ditampilkan karena terlihat seperti campuran zombie + vampire.

  Contohnya pada saat "setan" Herman muncul dan terlihat memiliki gigi taring besar layaknya seorang Vampire, tapi gerakannya super lambat layaknya zombie.


(Zombie / Vampire ??)

  Tapi di akhir film malah setan Herman tidak memiliki gigi taring besar, dasar tidak konsisten!! (tapi tetep serem sih XD).


(kumpulan setan XD)

  Unsur "Pengabdi Setan" yang seharusnya berisi pemujaan kepada sebuah kerang ajaib entitas, memiliki ritual khusus, anggota yang memakai kerudung, pengorbanan manusia dll malah tidak terlihat pada film ini (ada sih, tapi adegan mimpi). Hal ini yang membuat saya berpikir "Apa Dosa Keluarga Munarto sampai diganggu seperti ini ??", beberapa kemungkinan adalah :

  • bisnis Munarto adalah bisnis Ilegal/Haram (sayangnya tidak pernah dijelaskan)
  • Tomi yang naik motor tanpa memakai Helm XD
  • Rita yang hobi berpesta (tapi tidak terlihat Rita memakai narkoba / Free sex)
  • kurangnya iman ?? (To be fair, keluarga model kya gini bukan Munarto aja kan ??)
  • dst (mungkin anda punya jawaban tersendiri ??)

  Sosok Antagonis diperlihatkan dengan jelas oleh Darminah, apalagi dia memiliki benda-benda mistis di kamarnya, mungkinkah dia pengabdi setan yang memanggil setan yang ada di film ini ???

  tidak sepenuhnya salah sih, karena di akhir film identitas Darminah terkuak dan dia adalah......
.................
.................
.................

  Setan.


(tidak ada tanduk + fisik layaknya monster, setan macam apa ini ??)

  Nantinya Darminah a.k.a Setan akan memberitahu motifnya dalam dua kalimat yang cukup membuat saya merinding (kecuali kalau anda Atheis/Agnostik) yaitu :

"Akan Kuhancurkan Manusia-manusia Tanpa Iman Seperti Kalian"

"Kami akan selalu datang, selagi AGAMA cuma menjadi KEDOK"

  Endingnya yah gitu deh, saya sudah bilang kalau film ini "mempromosikan" agama Islam bukan ??



Unsur Gak Penting Tapi Penting



(Ghostbuster : Indonesia Version)

  Unsur agama/religi memang sudah bukan hal baru di dunia film horor, pengetahuan film horor Indonesia tahun 80an saya tidak banyak, tapi saya tahu bahwa agama Islam itu kuat karena rata-rata setan di era ini selalu kalah + terbakar karena bacaan ayat suci Al-Qur'an. Waktu kecil saya ingat adegan di mana seekor Pocong tidak mau masuk ke rumah karena rumah itu memiliki kaligrafi Islam, sialnya saya lupa judul film itu karena sudah terlanjur ketakutan melihat sosok pocong.

  Sebenarnya tidak aneh sih, toh Hollywood saja sering memakai agama Kristen dan bacaan Injil untuk beberapa film horor mereka (inget cara pasangan Lorraine mengusir Valak di Conjuring2 ??), tapi setidaknya mereka bisa memasukkan sifat religius kepada para karakternya dengan baik..

  Masalahnya untuk film horor indonesia cuma satu, kurangnya penjelasan tentang agama Islam itu sendiri, Islam hanya digambarkan sebagai solusi ampuh untuk mengusir setan. Apalagi di film ini sering terlihat ajakan untuk melakukan ibadah secara Islami tapi tidak pernah dilakukan (kecuali di akhir film), terlihat sangat memaksa bukan ?? .


Harapan Untuk Versi 2017



  Versi 2017 dari Pengabdi Setan terlihat solid jika melihat dari sisi seram (apalagi trailer film ini sering ditampilkan di bioskop XD), apalagi terdapat beberapa jumpscare yang terlihat pada trailer.

  Cuman, masih belum terlihat unsur Pengabdi setan (ada sih, tapi cuma orang2 berkerudung yang berumpul di luar rumah), semoga nantinya akan muncul perilaku khas penganut satanisme (karena judul film ini tentang satanisme bukan ??).

  Dan yang terpenting, beranikah sutradara Joko Anwar memasukkan unsur religius pada versi reboot ini ?? mengingat unsur ini "cukup" penting pada versi 1980.

  Cuman jaman sudah berubah, jika luar negeri ada istilah Islamphobia, maka di wkwkw land (baca : Indonesia) malah lebih terlihat aksi Bully terhadap agama Islam (apalagi di internet yang ah sudahlah) sehingga sepertinya hal ini bisa menjadi tantangan untuk Joko Anwar, apakah dia akan "main aman" (tidak memasukkan unsur religi) atau "cari sensasi" (memasukkan unsur religi yang berpotensi membuat dunia maya heboh).

  Tebakan saya sih "main aman" , semoga saya salah...

Conclusion


Seram ??? iya (lumayan sih, tapi akan terlihat lucu untuk generasi sekarang)
make-up ??? minimalis tapi bolehlah
Story ??? simpel

unsur Satanisme ??? nah ini masalah terbesar film ini

  Menonton film ini ibaratnya ingin menonton film dengan judul Marvel, tapi isinya malah film DC, sama-sama film Superhero tapi gak sesuai sama judul, jadinya ya aneh...


My Score

50, Pengabdi Setan kok Setan ???


temukan review lainnya di SINI

No comments:

Post a Comment